Wednesday, November 14, 2018

Kulit berminyak dan berjerawat, facial disalon efektif nggak sih?


Assalamualaikum cintaH...(pakai H biar seksih) postingan ketiga ku ini aku nggak akan bercerita panjang lebar soal cinta cintaan yaa  guys, kadang materi ku suka gini sih, hahaha. But i think, selama itu nggak menyimpang dan nggak mengundang komentar hatters atau malah bikin aku kenal bully (duh..amit amit yaa, jangan sampai gitu deh kalo bisa) masih aman lah dan masih bisa ku share.

                Baiklah mari kita mulai pembahasan kita (jiahh pembahasan). Temen temen pernah nggak sih (khususnya cewe nih) ngerasa kurang dikulit wajah kalian?...kurang cerah, kurang bersih, berjerawat, minyak berlebih, pori pori besar, bahkan scars, atau malah kering. Kalo kulitku sendiri cenderung berminyak dan berjerawat, kemudian pori pori besar dan ada scars juga (bopeng kata orang). Seingatku, kondisi kulit seperti itu berawal waktu aku kelas 5 SD, dari setelah menstruasi pertama ku rasa rasanya produksi keringat berlebih jadi kendala juga. Sampai sekarangpun aku masih yang kaya ngerasa keringat diwajah bercucuran ketika siang hari udara panas, tapi lucunya semua temen temen ku disitu (emang sih panas bikin keringetan) nggak sampai segitunya berkeringet sampai sebiji jagung nyucur dimuka...duhhh rasanya gemess deh, kenapa si ini harus terjadi sama aku...(dalam hati ngegrundel terus)

                Next, mulai SMP kulit wajah ku mulai muncul jerawat 1 2 3, karena mungkin ketika itu aku kurang begitu paham harus digimanain dan cara merawat kulit berminyak..(yaa maklumlah, google jaman dulu nggak setenar sekarang, kamera aja nggak secanggih sekarang) Aku pakai krim asal aja yg penting bedak nempel. Kemudian muncul jerawat dan aku pencet, begitu seterusnya. Sempet nyobain yang alami, dari yang masker kopi, putih telur sampai lidah buaya aku pakai.(yaa SMP dulu duit juga pas pasan). Akhirnya lulus SMP wajahku banyak bopengnya, dan sering facial ke beberapa salon, dipencet lagi biar ilang komedo nya. Trus beberapa tahun kemudian mulai memutuskan ke skin care yg lagi hits kala itu (lagi rame rame nya dan dibelain ngantri panjang).

Setahun awal jerawat teratasi, selanjutnya justru malah bikin kulit semakin berminyak dan jerawat makin nggak terkontrol. Dan ujunng ujungnya aku  ngurangi pemakaian krim sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti ke skin care itu. Nggak berhenti sampai disitu yaa guys, aku mulai ngeliat review skin care lain, dan dapetlah salah satu skin care lagi yang katanya menggunakan bahan alami (iklannya dibillboard tiap perempatan lampu merah sih gitu, hihihi).

Aku make krim dan rutin facial disitu selama -+5bulan doang, dan facial pertama ku disitu rasanya kaya bencana bangetttt....(sebenernya enak sih dipijit+masker sampai bawah leher, tapi pas dipijit dibawah leher belakang nekan nya nggak main main dan malah sakitnya 3 hari nggak ilang ilang). Pada bulan ke 3 kulit wajahku ngelupas dan itu sakit banget rasanya,lebih sakit dari efek krim di skin care pertama ku, sampai aku konnsultasi lagi karena kulit kelopak mataku memerah (masih inget banget kepanikan yang haqiqi itu). Oke pulang konsultasi aku nebus krim anti iritasi. Hasil dibulan ke 3 setelah pengelupasan bagus sih, lebih bersih dan lebih beningan dikit lah. Nah masuk dibulan ke 4 aku mulai ngerasain kok kulitku makin banyak jerawat, trus jerawatnya totol krim malam nggak ngefek sama sekali. Akhirnya memasuki awal bulan ke 5 aku konsultasi lagi (lebih tepatnya habis gajian, hihihi), disitu aku dinaikin dosis krimnya, suruh make yang tebel dibagian jerawat, seminggu bukannya sembuh si jerawat malah keliatan merah. Dan maaf banget aku nggak pernah foto ketika kondisi kulit aku buruk kek gitu.

Kemudian aku putuskan untuk menghentikan krim itu, pokoknya semua krim dari skin care kedua ku itu aku hentikan dan aku buang. Dari situ aku bener bener berhenti krim skin care dan nggak percaya lagi sama krim begituan. Bukan menakut-nakuti yaa...emang sih sebagian orang banyak yang cocok dan kebantu banget sama krim krim di skin care, tapi nggak sedikit juga yang ngeluh merasa nggak cocok bukannya sembuh malah makin parah dan timbul masalah lain diwajah.

Selang berapa bulan, aku cari cari review digoogle, diblog nya orang orang lah pokoknya,(ya iyalah orang...masak patung, wkwk) disitu ada 1 blog yang menarik untuk aku baca. YANG JELAS BUKAN REVIEW SKIN CARE, tapi dokter kulit yang lumayan terjangkau tapi tetep ampuh. Waktu itu aku buru buru update status (jaman masih pake BlackBerry Messenger), intinya excited ke dokter kulit namanya Dr. Devi Artami, Sp.KK yang praktek di Asri Medical Center Yogyakarta. Kemudian salah satu temenku (waktu itu belum terlalu akrab sama dia krn kita jarang ketemu), dia ngasih informasi kalo ke dokter Devi nggak bisa langsung danharus daftar dulu seminggu sebelum konsultasi, karena ternyata dia bekerja dirumah sakit itu bagian pendaftaran. Semacam kaya dikasih kemudahan banget pokoknya. Akhirnya nggak usah panjang lebar aku langsung nanya berapa biaya pendaftaran sampai biaya segala macem. Seminggu kemudian ketemulah aku sama  Dr. Devi Artami Sp.KK, orangnya ramahhhh banget, menjelaskan secara detail tapi pelan, jadi paham lah pokoknya. Pertama konsultasi aku dikasih krim berbentuk gel, kandungannya Cuma antibiotik doang, dan dikasih tau efeknya nanti bakal ngeluarin toxin dengan bentuk jerawat yg mateng mateng, banyak sedikitnya tergantung sama toxin pemakaian krim skin care sebelumnya, aku mapai sampai habis dan efeknya cm dikit sih jerawat yg keluar, konsultasi kedua aku dikasih krim malem pagi, harganya lumayan lah up 300rb’an (lumayan bikin nangis dompet), trus aku pakai rutin.

Efeknya nggak secepat krim skin care krn nggak ada kandungan steroid nya, yang jelas lebih aman. Dan ketika konsultasi kedua ku itu aku dapet penjelasan bahwa ternyata dokter yang magang ditiap skin care itu sebenernya bukan dokter kulit, melainkan dokter umum. Aku yang langsung “Hah...???...serius nih Dokter? Masak iya sih”, dan itu terbukti ketika aku liat diblog nya salah satu skin care yg pernah aku pake dulu, disitu ada lowongan dokter dan tidak ada tulisan yang mengharuskan khusus dokter kulit.

Oke next, (nih udah mulai capek ngetik kepanjangan) ada cerita menarik soal konsultasi ketiga ku, disitu aku lihat perempuan keluar dari ruang konsultasi dokter menuju runag tindakan. Begitu dia tengok kearahku, bahhhh....betapa terkejutnya aku cewe yg tadinya dari belakang keliatan putih chinese, wajahnya lebih parah 3x lipat drpd aku. Setelah dia keluar kebetulan namaku dipanggil, disitu aku nanya soal kondisi kulit si cewe tadi. Dokter menjelaskan itu efek dari pemakaian skin care di N*****a, efek dari kandungan steroid dalam krim y6g dia pakai dulu. Dan alhamdulilah banget aku ketemu sama dokter Devi.

Saat ini dalam sebulan aku hanya pakai krim malam saja, untuk tindakan aku hanya rutin chemical peeling, dan nggak mau facial di salon salon karena takut alat nggak steril dan dipencet pencet.  Okelah kalo begitu,  thank you buat teman teman yang bersedia baca sampai habis, ini pengalaman ku yaa, sekali lagi aku tidak ada unsur atau niat untuk menakut-nakuti, hanya sekedar share perjalananku pakai krim skin care sampai berani ke dokter spesialis. Pokoknya ikutin terus ketikan jari ku, dibaca sambil nikmatin secangkir kopi pasti lebih nikmat, sekian...asalamualaikum

Monday, November 12, 2018

Seperti elang, kau pun berhak atas kebebasanmu, berawal dari kepergian diakhiri dengan kehilangan


10  tahun yang lalu,cerita aku mengenalnya dimulai dari melihat dia setiap hari dalam 1 tahun ku. Siang adalah pemandangan yang indah dibawah pohon nun jauh disana, aku melihatnya mengusap keringat dikening. Wajah putih bersihnya terlihat merah, mungkin itu yang membedakan dia dengan yang lain. Kemudian bayangannya mendekat, bersama raga yang begitu indah dipandang, sangat dekat, dan aku melihat dia berjalan menuju sebuah sudut di rumah Allah.

                Dia membasuh muka yang penuh air matahari dengan air illahi. Pernah sekali terbawa suasana bercanda bersamanya, ketika malam meskipun kita tidak saling atau bahkan tidak pernah bertatap muka, kami menghabiskan malam dengan obrolan ringan, semakin akrab bahkan ketika aku tidak sanggup melihat indahnya kembang api malam itu, rasanya aku sudah melihat ribuan kembang api meledak dan bertaburan dimalam itu, bahagia, semangat yang rasanya semakin menggebu dan sesak didada. Sayangnya aku lupa berapa puluh ribu aku habiskan pulsa seluler ku untuk membalas cerita demi cerita obrolan kita. Bahkan kita pernah beradu argumen antara kalimat “white devil dan devil white”. Yang menurutku dia lebih pandai menjawab semua pernyataanku.

Berfoto dengannya adalah impianku ketika itu, sayangnya tidak ada kamera sejernih sekarang kala itu. banyak hal yang membuatku merasa dia selalu ada didekatku, setiap hari aku semakin mengenalinya, semakin indah dan semacam candu. Aku bahkan masih ingat tanggal kelahirannya, atau tanah kelahirannya, nama lengkapnya, sampai alamat rumahnya. Banyak hal bahkan cerita aku malu malu mengakui betapa aku sangat menginginkannya, meskipun secara garis besar, kami seperti sepatu.

Waktu begitu cepat kami lewati, kemudian aku naik setingkat lebih tinggi, duduk dibawah pohon yang sedikit lebih dekat dari tempatnya biasa duduk disiang hari itu, dibawah pohon paling utara, cerita bersama sahabat yang semakin akrab. Dan aku mulai sadar, dia tidak lagi ada ditempatnya berteduh disaat matahari sedang semangatnya bekerja diatas sana.  Setiap aku mengingat wajahnya, aku selalu menghela nafas, menandakan sedalam itu aku mengagumi sosoknya.

Satu tahun berlalu sangat cepat setelah kepergiannya, aku naik 1 tingkat lagi dan kali ini aku duduk persis ditempat dia berteduh dahulu, lebih dari 2 tahun sebelumnya. Aku masih merasakan kehadirannya disana lewat angin yang menjatuhkan dedaunan kering yang gugur dari rantingnya. Sesekali tersenyum menutup mata sembari merasakan tiupan angin, dan membayangkan ketika dia duduk ditempatku berada. Meskipun ketika aku membuka mata, aku kembali dimasa ku, kembali dengan rutinitasku.

Ahh sayang aku hanya bisa menemaninya 1 tahun, terlalu cepat dia pergi, ingin rasanya mengulang kembali dia disini, ada bersamaku, mengisi siang hari yang penuh dengan pelangi. Satu tahun mengenalnya itu yang membuatku lupa bahwa ini sudah 2018. Sudah tiada lagi dia disana, beitu juga aku ditempat semula, pertama melihatnya. Duniawi lah yang menjauhkan kami, tapi bayangan nya yang lucu masih selalu mendekat, menyapaku. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, merasakan pernah mengagumi seseorang yang dia saja tidak tau seberapa besarnya seseorang mengaguminya.

Setahun setelah kepergiannya, belakangan aku tau dimana dia bernaung, bahkan 3 tahun setelahnya, aku masih mencari tau dimana dia kemudian. Namun di tahun ke 5 aku kembali kehilangan berita keberadaan dia. Pernah sekali aku mencari dia disosmed, dan tau nickname nya, mengikuti postingan dia yang terlalu lama update nya, aku berusaha mencari bahan untuk kembali membuka pembicaraan. Kembali memperkenalkan diri namun tidak ada balasan. Dan mencoba kembali dengan beberapa topik pembicaraan. Rupanya dia adalah sosok yang baru, atau mungking aku yang salah memilih topik pembicaraan ketika itu.Entahlah, ku pikir aku memang lancang ketika itu, atau dia sudah lupa denganku, atau malah ketika itu dia telah memiliki belahan jiwa lain dan canggung membalas pesan ku. Entahlah... Setelah itu aku menghapus pertemanan dengannya, selang sebulan atau beberapa minggu aku tidak lagi menemukan nickname dalam pencarian disosmed dengan akun ku. Ketika itu, ku pikir, ini cara Tuhan menghentikan keingintahuan ku tentang dia. Dan mengharuskan aku untuk menyambut semangat baru.


Big thanks to Allah dan seseorang yang membuatku bisa menciptakan cerpen sepanjang ini dan entah berapa banyak puisi yang ternyata aku baru sadar sudah membakar nya .

Sunday, November 11, 2018

berawal dari membaca, siapa tau kita saling suka (sama topiknya)

Asalamualaikum ... hay semua, sebut saja aku embun. Nama samaran yang nggak terlalu pasaran, hihihi... aku tinggal di Jogja bersama ibu dan adikku, aku suka bercerita apalagi tentang pengalamanku sejauh ini. ketemu sama temen yang seru atau pacar yang cuma mampir, sampai akhirnya aku benar benar lupa kalau aku masih didunia yang ternyata masih banyak jomblowati. kami berkenalan kemudian didekatkan kemudian diperkenalkan dengan rintangan, akhirnya menyerah karena kata orang menunggu itu menjemukan, dan itu bener sih. 

kamu pernah nggak dibilang sok puitis, sok agamis, sok-sok'an bikin story tulisan yang mirip puisi gitu tapi berisi harapan kepada seseorang yang kamu tunggu selama ini?...Aku pernah, dan itulah kesalahanku selama ini, menunggu seseorang bukan berarti mengharapkan manusia mengabulkan keinginanmu bukan?...(anyway aku tetep berdoa ke Allah sih waktu itu), hanya saja aku terlalu memohon seseorang untuk menyegerakan (dari kata "segera" , hihihi).
dari situ aku merasa "kenapa sih hidupku kek gini", dan mulai suka lirik fashion hits, bahagia? ...iya aku bahagia, dan mulai menata hati kembali. Semakin kesini seperti diperlihatkan sama Allah tentang hidup, semakin mengenal siapa aku, dan harus gimana aku selanjutnya. itu terjadi sekitar beberapa bulan lalu, aku secara 'tidak sengaja' liat poster acara kajian 3hari berturut turut, bertemu dengan ukhti baik hati dan sudah berpakaian syar'i, seperti adem aja ditengah mereka, dari situ aku mulai menemukan jawaban demi jawaban atas masalah hidup yang aku keluhkan. Dan alhamdulilah selalu didekatkan dengan orang orang super baik yang membawa ku ke jalan-Nya lagi

eits...ini baru perkenalan aja udah lumayan nyangkut nyangkut ke cerita pribadi yaa...hihihi
Kadang hidup itu lucu sih...kita harus ngerasain gimana rasanya menjadi seseorang yang sangat sangat bahagia, sangat menikmati hidup meskipun bingung besok mau makan apa, hahaha..pernah nggak seperti itu?...kamu pernah mengutamakan kepentingan orang lain sedangkan kepentinganmu sendiri kamu nomor dua kan, (mulai topik duniawi banget sih ini)

Ku pikir aku sedang menjalani ujian ku sendiri, ketika itu aku merasa lelah, namun kaki serasa nggak bisa berenti, hati rasanya ingin kembali tapi enggak bisa, sampai aku bilang ke Allah (sambil jalan, sambil naik motor) aku ngeluh gini : "yaa Allah aku lelah seperti ini, aku lelah berjalan sendiri, lelah sendiri, tapi kenapa aku nggak bisa berhenti yaa Allah?, kenapa kaki ku sulit untuk dihentikan?, tolong ini cuma Engkau yang bisa, Kau yang bisa menghentikan langkah ku yaa Rabb"...

hey...jangan serius gitu bacanya, aku cuma berusaha menceritakan cerita yang udah udah, jangan menganggap aku bersedih yaa...saat ini aku sudah bahagia, aku dipertemukan orang yang baik dan mereka care sama aku, aku sering nulis story yang isinya tulisan puisi atau maksud hati ku, (emang sih kadang ada yang ngatai galau), tapi sebenernya aku nggak lagi galau, dan alhamdulilah bisa mengatasi gimana kegalauan ini nggak bikin aku suntuk. Dan akhirnya dapet wangsit (jiahhh wangsit), ada salah satu teman di instagram (nggausah disensor nama sosmednya krn bukan hal tabu, haha) waktu itu baca story ku.
Ku pikir aku bakal dikatai galauers lagi (istilah baru bagi para galau) seperti yang udah udah, ternyata disarankan bikin blog, suatu wadah yang aku saja nggak ada kepikiran pengen punya blog pribadi. Dikarenakan yaa ku kira membuat blog itu sulit bagi orang awam seperti ku. 

Dari situ aku mulai dapet gambaran, (karena sempet dibilang kalo aku suka nulis, emmm...iya juga sih, kadang aku nyimpen catatan dikamar yang sampai dilipat lipat kemudian lupa taruh mana itu catatan), yaa catetan harian cewe you know lah yaa isinya mesti nggak jauh jauh dari "curhat", kalo kata orang cewe lebih nggak bisa menyimpan masalahnya, ku rasa itu benar. Mungkin itu kenapa cewe bisa lebih lama menikmati hidup meski banyak masalah yg dihadapi. Kalo cowo mungkin lebih tertutup dan nggak mau ngeluapin tangis, padahal sebenernya menangis kan ngurangin sakit dihati (ciaa cia ciaaaa) dengan catatan jangan keterusan nangis juga sih.. hihihi

Okay, untuk penutup, sebenernya harapanku membuat blog ini nggak muluk sih, buat yang lagi baca, semoga kalian terhibur atau malah terinspirasi dengan catatan ku, atau alur kisahku (aseekk...misalnyaa). makasih buat yang udah baca postingan pertama ku, terima kasih buat yang menyarankan bikin blog ini, semoga kita senantiasa diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat, aamiin.... asalamualaikum...

Kulit berminyak dan berjerawat, facial disalon efektif nggak sih?

Assalamualaikum cintaH...(pakai H biar seksih) postingan ketiga ku ini aku nggak akan bercerita panjang lebar soal cinta cintaan yaa   guy...